Normila Sariwahyuni (23) wartawati Paser TV yang merupakan korban penganiayaan oleh 16 orang hingga mengalami keguguran janin masih berusia dua minggu saat dirawat di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, (4/3). Tempo/Firman Hidayat

Nurmila Sariwahyuni (23) menunjukkan surat tugasnya saat dirawat di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Klaimantan Timur, (4/3). Ia menjadi korban penganiayaan massa hingga janinnya yang berusia dua minggu keguguran. Tempo/Firman Hidayat

Nurmila Sariwahyuni (23) menunjukkan kameranya yang rusak saat terbaring di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, (4/3). Tempo/Firman Hidayat

Nurmila Sariwahyuni (23) menceritakan kejaidannya kepada wartawan di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, (4/3). Ia di aniaya sejumlah orang saat meliput sengketa tanah di Desa Rantau Panjang. Tempo/Firman Hidayat

Nurmila Sariwahyuni menangis saat menceritakan kejadiannya kepada wartawan saat dirawat di RSUD Panglima Sebaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, (4/3). Tempo/Firman Hidayat