Seorang ahasiswa Program Studi Seni Tari bersiap tampil mengenakan kostum dari bungkus mi instan bekas saat menjadi model dalam proyek akhir bertema "The Glory of Bharatayuda" di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (13/3). Kreasi kostum yang terbuat dari bungkus mi instan bekas ini merupakan hasil karya mahasiswa program studi D3 Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Teknik UNY. TEMPO/Suryo Wibowo

Mahasiswa program studi Tata Rias dan Kecantikan memperbaiki dandanan pemeran yang mengenakan kostum dari bungkus mi instan bekasnya dalam proyek akhir bertema "The Glory of Bharatayuda" di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (13/3). TEMPO/Suryo Wibowo

Perpaduan tata rias yang unik dengan kostum berbahan dasar bungkus bekas mi instan menjadi keunikan utama proyek "The Glory of Bharatayuda" yang digelar para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). TEMPO/Suryo Wibowo

Seorang ahasiswa Program Studi Seni Tari bersiap tampil mengenakan kostum dari bungkus mi instan bekas saat menjadi model dalam proyek akhir bertema "The Glory of Bharatayuda" di Kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (13/3). TEMPO/Suryo Wibowo

Selain membuat kostum berbahan bungkus mi instan, mahasiswa UNY juga membuat gunungan wayang yang terbuat dari 4000 bungkus mi instan dan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tinggi 13 meter. TEMPO/Suryo Wibowo

Kostum-kostum ini dipentaskan menjadi drama dengan lakon cerita "Karna Tanding" saduran dari epik Mahabarata yang dimainkan oleh 46 mahasiswa dari Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa dan Sastra UNY. TEMPO/Suryo Wibowo