Minggu, 18 Februari 2018

Pendukung Oposisi melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. Pengunjuk rasa menuntut perubahan kepemimpinan di komisi pemilihan negara tersebut. AP Photo

Pendukung Oposisi melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengatakan, pemilihan presiden yang dibatalkan pada Agustus akan berlangsung sesu

Pendukung Oposisi melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. Anggota parlemen oposisi Kenya membeberkan bahwa mereka akan memboikot parlemen karena amandemen undang-undang

Petugas kepolisian melepaskan gas air mata saat membubarkan aksi para pendukung Oposisi dalam melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. REUTERS

Pendukung Oposisi terlibat bentrok dengan petugas kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. REUTERS

Petugas kepolisian memegang tabung gas air mata saat berusaha membubarkan pendukung Oposisi yang melakukan aksi unjuk rasa, melawan Komisi Pemilihan Umum dan Boundaries Commission (IEBC) di Nairobi, Kenya, 11 Oktober 2017. REUTERS