Muhlis memeriksa teropong yang ia temukan dalam keadaan berfungsi di Pulau Morotai, Maluku Utara, 11 Juni 2017. Selain memiliki keindahan alamnya, Pulau Morotai yang berlokasi di ujung utara Provinsi Maluku Utara itu menyimpan banyak jejak-jejak sejarah peninggalan Perang Dunia ke-II. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Dokumentasi Perang Dunia ke-II ditempel pada dinding rumah Muhlis Eso di Pulau Morotai, Maluku Utara, 9 Agustus 2017. Pada tahun 1942 pasukan Jepang menduduki di Pulau Morotai untuk memperluas wilayah kekuasaan di kawasan Pasifik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bangkai Tank Amphibi LVT-2 bekas Perang Dunia ke-II berada di perkebunan warga di Pulau Morotai, Maluku Utara, 9 Agsutus 2017. Pada September 1944, pasukan Sekutu yang dipimpin Jenderal Douglas MacArthur masuk ke Morotai untuk dijadikan pangkalan militer dengan membawa sekitar 3.000 kendaraan tempur. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Muhlis Eso menata peninggalan-peninggalan Perang Dunia ke-II di Pulau Morotai, Maluku Utara, 9 Agustus 2017. Dari sisa-sisa Perang Dunia ke-II yang ada, menjadikan Morotai sebuah pulau yang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena banyak ditemukan peninggalan-peninggalan dari militer Jepang dan Sekutu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Peluru, Magasin dan granat peninggalan Perang Dunia ke-II di Pulau Morotai, Maluku Utara, 9 Agustus 2017. Banyaknya kendaraan baja serta benda-benda berbahan besi dan logam dari sisa peninggalan perang hingga banyak warga yang mengambil dan menjual untuk di daur ulang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Muhlis Eso memegang senjata peninggalan Perang Dunia ke-II hasil temuannya di Pulau Morotai, Maluku Utara, 9 Agustus 2017. Banyaknya warga yang mengambil peninggalan perang Dunia Ke-II, terdapat seorang pria bernama Muhlis Eso yang berusaha untuk menjaga sisa-sisa peninggalan perang untuk dilestarikan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A