Selasa, 25 September 2018

Reaksi Liete Quintal (kiri) saat ia melihat suaminya, Andrei Khalip berjalan untuk pertama kalinya dengan bantuan exoskeleton SuitX Phoenix di markas SuitX di Emeryville, California, 25 Juli 2017. Andrei mampu berjalan setelah lumpuh selama 21 tahun. REUTERS/Elijah Nouvelage

Andrei Khalip berjalan dengan bantuan dari SuitX Phoenix Exoskeleton di Emeryville, California, 7 Agustus 2017. Ia merupakan wartawan Reuters yang bertugas menggunakan kursi roda sehari-hari. REUTERS/Elijah Nouvelage

Andrei Khalip berjalan dengan bantuan exoskeleton SuitX Phoenix di Emeryville, California, 7 Agustus 2017. Untuk membantu penggunanya berjalan, Phoenix memiliki dua motor di pinggul, yang didukung oleh baterai di ransel kecil. REUTERS

Eksoskeleton SuitX Phoenix saat dikenakan Andrei Khalip di markas besar SuitX di Emeryville, California, 25 Juli 2017. Alat bantu ini sedang berada dalam tahap uji coba sebelum diajukan ke FDA. REUTERS

Homayoon Kazerooni, pendiri SuitX dan profesor Teknik Mesin di University of California, Berkeley, berpose dengan exoskeleton Phoenix di markas besar SuitX di Emeryville, California, 2 Agustus 2017. Ini akan menjadi versi paling ringan dan paling terjangkau di pasaran. REUTERS

Steven Sanchez (kanan), chief pilot dan inspektur kualitas untuk SuitX, berbicara dengan Andrei Khalip di markas SuitX di Emeryville, California, 2 Agustus 2017. SuitX berfungsi sebagai alat bantu bergerak bagi penderita kelumpuhan. REUTERS