Kondisi sebuah rumah yang dipenuhi bekas tembakan di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. Rumah ini diyakini telah disewa oleh pemimpin kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS, Isnilon Hapilon dan Omar Maute untuk dijadikan markas sebelum menyerang Marawi. REUTERS / Romeo Ranoco

Warga melihat kondisi sebuah ruangan di dalam rumah yang diyakini sebagai markas pemimpin kelompok militan di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. Isnilon Hapilon merupakan pemimpin ISIS di Asia Tenggara. REUTERS / Romeo Ranoco

Kondisi sebuah ruangan di dalam rumah yang diyakini sebagai markas pemimpin ISIS dan Maute di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. Sementara itu, Omar Maute adalah pemimpin militan Maute yang telah berbaiat kepada ISIS dan menyerang Marawi. REUTERS / Romeo Ranoco

Sejumlah alat makan dan pakaian berserakan di sebuah ruangan di dalam rumah yang diyakini sebagai markas pemimpin ISIS dan Maute di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. REUTERS / Romeo Ranoco

Kondisi dinding yang dipenuhi bekas tembakan di rumah yang diyakini sebagai markas pemimpin ISIS dan Maute di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. REUTERS / Romeo Ranoco

Kondisi sebuah ruangan yang mirip garasi di dalam rumah yang diyakini sebagai markas pemimpin ISIS dan Maute di distrik Malutlut, kota Marawi, Filipina, 27 Oktober 2017. REUTERS / Romeo Ranoco