Jumat, 21 September 2018

Tengkorak dan tulang-belulang manusia menutupi dinding Gereja St Bartholomew di Distrik Czermna, Kudowa, Polandia, 31 Oktober 2017. Gereja St Bartholomew, merupakan kuburan massal yang dibangun oleh pastor paroki setempat, Waclaw Tomaszek pada 1776. AFP PHOTO / Natalia Dobryszycka

Tengkorak dan tulang-belulang manusia menutupi dinding Gereja St Bartholomew di Distrik Czermna, Kudowa, Polandia, 31 Oktober 2017. Gereja St Bartholomew, juga dikenal sebagai 'kapel tengkorak'. AFP PHOTO / Natalia Dobryszycka

Salah satu patung malaikat berada dekat tengkorak dan tulang-belulang manusia menutupi dinding Gereja St Bartholomew di Distrik Czermna, Kudowa, Polandia, 31 Oktober 2017. Gereja ini menyimpan tengkorak manusia yang meninggal karena Perang 30 Tahun (1618-1648), Perang Silesian I II III, dan wabah kolera. AFP PHOTO / Natalia Dobryszycka

Tengkorak dan tulang-belulang manusia menutupi dinding Gereja St Bartholomew di Distrik Czermna, Kudowa, Polandia, 31 Oktober 2017. AFP PHOTO / Natalia Dobryszycka

Salah satu patung malaikat berada dekat tengkorak dan tulang-belulang manusia menutupi dinding Gereja St Bartholomew di Distrik Czermna, Kudowa, Polandia, 31 Oktober 2017. Sebanyak 3.000 lebih jasad manusia digunakan untuk menghiasi interior Gereja ini. Sementara 20.000 tersimpan di ruang bawah tanah. AFP PHOTO / Natalia Dobryszycka