Rudal balistik antar benua Hwasong-15 saat uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. Rudal terbaru disebut Hwasong-15 merupakan peningkatan dari yang sebelumnya, Hwasong-14 yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat. REUTERS/KCNA

Rudal balistik antar benua Hwasong-15 yang siap diluncurkan saat uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. Hwasong-15 dapat mencapai ketinggian 4.475km yang berarti bisa mencapai 13.000km. REUTERS/KCNA

Pemimpin Korea Utara Kim Jong, melihat rudal balistik antar benua Hwasong-15 yang siap diluncurkan saat uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. Hwasong-15 yang dapat mencapai ketinggian 4.475km maka mampu untuk mencapai daratan Amerika Serikat. REUTERS/KCNA

Pemimpin Korea Utara Kim Jong, saat melihat peluncuran rudal balistik antar benua Hwasong-15 pada uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. Korea Utara berambisi mengembangkan senjata nuklirnya dengan kemampuan menjangkau daratan Amerika Serikat. REUTERS/KCNA

Ekspresi kegembiraan Pemimpin Korea Utara Kim Jong, saat melihat keberhasilan peluncuran rudal balistik antar benua Hwasong-15 pada uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. REUTERS/KCNA

Pemimpin Korea Utara Kim Jong, saat melihat peluncuran rudal balistik antar benua Hwasong-15 pada uji coba di Pyongyang, 30 November 2017. Menurut BBC.com, Korea Utara mengaku roket dipasang dengan 'hulu ledak superbesar yang kuat' yang mampu menghantam seluruh daratan Amerika Serikat. REUTERS/KCNA