Jumat, 25 Mei 2018

Pedagang menyusun kerangka besi untuk warung kuliner di kawasan Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Kotagede di Yogyakarta terkenal sebagai salah satu kawasan wisata penghasil kerajinan perak di Indonesia. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Seorang bocah melintasi mural di Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Kotagede merupakan kota lama yang dibangun oleh Panembahan Senopati pada abad ke-16 sebagai ibu kota Kerajaan Mataram Islam. Berdirinya Kotagede sebagai ibu kota awal kerajaan itu menandai munculnya kerajinan perak di sana. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Poster bergambar proses pembuatan kerajinan perak yang dipajang di HS Silver Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Seni kerajinan perak merupakan pekerjaan abdi dalem yang disebut abdi dalem kriya. Para abdi dalem kriya tersebut bekerja untuk memenuhi perlengkapan dan kebutuhan keraton akan berbagai perhiasan dari emas dan perak serta alat-alat perlengkapan rumah tangga lainnya. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Sejumlah perajin perak menyelesaikan pesanan di Kampung Trunojayan, Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Kerajinan perak Kotagede punya motif khas dari tanaman teratai dan teknik membuatnya dengan filigri (membentuk dengan kawat perak yang tipis) yang hanya bisa dikerjakan oleh perajin yang teliti. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Bahan pembuatan kerajinan perak yang dipajang di ruang workshop HS Silver, Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Warga Kotagede yang ahli dalam mengolah logam, terus disibukkan dengan banyaknya pesanan pembuatan perak oleh pembeli-pembeli dari dalam dan luar negeri. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Pekerja menunjukkan kerajinan perhiasan perak yang siap dijual di HS Silver, Kotagede, Yogyakarta, 21 November 2017. Hasil kerajinan perak menjadi pilihan utama bagi wisatawan untuk membeli suvenir. ANTARA FOTO/Maulana Surya