Kamis, 22 Februari 2018

Warga Palestina membakar bendera Israel dan AS saat melakukan demonstrasi menentang niat AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. Presiden AS Donald Trump berencana mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kantor kedutaannya ke kota tua tersebut. REUTERS / Mohammed Salem

Seorang wanita berorasi saat mengikuti aksi demonstrasi di kamp pengungsian Palestina di Bourj al-Barajneh di Beirut, Lebanon, 6 Desember 2017. Warga Palestina menentang keras rencana Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. AP Photo/Bilal Hussein

Sejumlah ibu-ibu warga Palestina turun ke jalan saat melakukan demonstrasi menentang rencana Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. REUTERS/Mohammed Salem

Sejumlah ibu-ibu warga Palestina turun ke jalan saat melakukan demonstrasi menentang rencana Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. REUTERS/Mohammed Salem

Peserta aksi membawa foto Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu serta kedua bendera negara tersebut saat melakukan demonstrasi menentang rencana Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. REUTERS/Mohammed Salem

Seorang wanita membentangkan bendera Palestinasaat melakukan demonstrasi menentang rencana Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. REUTERS/Mohammed Salem