Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi dan korban ranjau darat, bersandar di pintu masuk tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Yousuf kehilangan kedua kakinya saat melarikan diri dari desanya yang dibakar oleh tentara Myanmar dan terkena ranjau darat di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. REUTERS

Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi korban ranjau darat, menderita karena sakit di tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Selain kehilangan kedua kakinya, Yousuf juga kehilangan penglihatannya. REUTERS

Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi korban ranjau darat, diberi air oleh ibunya di tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Yousuf terkena ranjau darat bersama adik laki-lakinya, yang terbunuh setelah juga menginjak ranjau darat. REUTERS

Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi korban ranjau darat, dihibur oleh ibunya saat ia menderita sakit di tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. Yousuf sekarang tinggal bersama ibu, istri dan tiga anaknya di kamp pengungsian Kutupalong. REUTERS

Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi korban ranjau darat, beristirahat di tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. REUTERS

Seorang bocah melihat Yousuf Nabi, seorang pengungsi Rohingya berusia 27 tahun yang menjadi korban ranjau darat, terbaring di depan pintu tempat penampungan keluarganya di kamp pengungsi Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 10 Desember 2017. REUTERS