Seorang wanita Muslim Rohingya yang hamil, Noor Aysha, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, bersama anak laki-lakinya yang berusia 10 bulan Anamul Hassan, di dalam tempat penampungannya di kamp pengungsi Thaafhali, Bangladesh, Oktober 2017. Sebuah badan bantuan internasional memproyeksikan bahwa 48.000 bayi akan lahir di kamp-kamp pengungsi Rohingya. AP

Wanita Muslim Rohingya, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh,bersama anak-anak mereka yang sakit setelah tentara penjaga perbatasan Bangladesh menolak untuk membiarkan mereka melakukan perjalanan ke sebuah rumah sakit di Palong. Khali, Bangladesh, Oktober 2017. Bayi yang baru lahir akan menghadapi peningkatan risiko penyakit dan kekurangan gizi. AP

Hajira Begum yang sedang hamil tua bersandar di pundak suaminya Mohammad Sayeed saat mereka berjalan menuju rumah sakit di kamp pengungsi Kutupalong, Bangladesh, September 2017. Jika tidak ditangani, bayi-bayi tersebut terancam meninggal sebelum berusia lima tahun. AP

Anak-anak Muslim Rohingya bermain dengan peti plastik di sekitar kamp pengungsi Jamtoli di Bangladesh, November 2017. Kamp-kamp pengungsi telah penuh sesak oleh warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dari negara tetangga Myanmar. AP

Petugas kesehatan Bangladesh menyuntikkan vaksin kepada seorang Muslim Muslim Rohingya, di kamp pengungsi Balukhali, Bangladesh, September 2017. Lembaga Save the Children memperingatkan bahaya kesehatan yang dihadapi bayi-bayi pengungsi Rohingya. AP

Kamp pengungsian kemudian disiapkan untuk Muslim Rohingya, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, terlihat dalam pemandangan udara di Thaingkhali, Bangladesh,19 Oktober 2017 . AP