Minggu, 20 Mei 2018

Prajurit dan kuda Terakota, yang ditemukan pada penggalian pertama dari tahun 1978 sampai 1984, berada di dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. Sebanyak 8.000 prajurit Terakota yang terkubur selama lebih dari 2.000 tahun berhasil ditemukan di kota Xian. REUTERS/Charles Platiau

Prajurit dan kuda Terakota, yang ditemukan pada tahun 1978 sampai 1984, berada di dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. Kaisar Qin, merupakan kaisar pertama di Cina yang memerintah dalam kurun waktu 247 SM-210 SM. REUTERS/Charles Platiau

Sejumlah prajurit dan kuda Terakota, hancur yang berada di dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. Patung-patung tersebut berjumlah lebih dari 8.000 prajurit, 130 kereta kuda, dan 670 ekor kuda. REUTERS/Charles Platiau

Sejumlah prajurit dan kuda Terakota, yang berada dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. Pembangunan patung-patung ini dimulai pada tahun 246 SM yang melibatkan lebih dari 700.000 pekerja. REUTERS/Charles Platiau

Seorang pengunjung mengambil gambar prajurit dan kuda Terakota, yang berada dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. Pada tahun 1987, UNESCO menetapkan makam sang Kaisar Qin beserta prajurit terakota sebagai situs warisan dunia. REUTERS/Charles Platiau

Prajurit dan kuda Terakota, yang ditemukan pada tahun 1978 sampai 1984, berada di dalam Museum Pejuang dan Kuda Qin Terracotta di Xian, provinsi Shaanxi, Cina, 8 Januari 2018. REUTERS/Charles Platiau