Sabtu, 18 Agustus 2018

Seorang anggota TNI Angkatan Laut membawa foto pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai saat acara pengukuhan Kapal Perang Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai-332 di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, 10 Januari 2018. Kapal perusak kawal rudal ini merupakan buatan PT PAL Indonesia bekerjasama dengan perusahaan kapal Belanda. Johannes P. Christo

Tentara TNI Angkatan Laut berjaga di depan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 saat acara pengukuhan di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, 10 Januari 2018. Kapal ini memiliki kemampuan perang empat matra, yakni perang permukaan, perang bawah air, perang udara, dan perang elektronika. Johannes P. Christo

Awak kapal memantau di anjungan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, 10 Januari 2018. Kapal yang memiliki kecepatan hingga 28 knots tersebut dapat menghindari radar atau mode siluman agar terhindar dari serangan laut maupun udara. Johannes P. Christo

Anggota TNI Angkatan Laut menaiki KRI I Gusti Ngurah Rai-332 saat acara pengukuhan di Denpasar, Bali, 10 Januari 2018. Kapal cepat perusak yang memiliki panjang 105,11 meter dan bobot 3.216 ton itu dilengkapi persenjataan cangih. Johannes P. Christo

Anggota TNI mengibarkan bendera Merah Putih saat pengukuhan nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, 10 Januari 2018. Kapal perang ini merupakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru TNI untuk memperkuat poros maritim Indonesia. ANTARA