Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. Kedatangan mantan orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut untuk membuat surat laporan kepada pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. TEMPO/Ilham Fikri

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. Firman Wijaya dilaporkan karena menyebut nama SBY sebagai aktor besar di balik proyek e-KTP. TEMPO/Ilham Fikri

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Istri Ani Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. Menurut Firman, berdasarkan keterangan saksi, proyek e-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada 2009, yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Ilham Fikri

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. SBY didampingi Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. TEMPO/Ilham Fikri

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama Istri Ani Yudhoyono saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 6 Februari 2018. TEMPO/Ilham Fikri