Media online sputniknews.com, 9 Februari 2018, menulis bahwa Cina mengirim pesawat tempur siluman Chengdu J-20 (NATO menyebutnya Black Eagle) untuk patroli di Laut Cina Selatan. Sebelumnya Cina diberitakan telah mengirim jet tempur Su-35. Tidak disebutkan jumlah pesawat yang dikirim ke pula-pulau yang disengketakan itu. businessinsider.com

Cina mengirim J-20 dan Su-35 setelah kapal perang Amerika Serikat USS Hopper melakukan operasi kebebasan navigasi bebas dengan jarak 12 mil laut dari pulau Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan, pada Januari 2018. Cina menciptakan pesawat tempur siluman J-20 untuk menandingi jet tempur siluman Amerika, F-22 Raptor. AP/Li Gang/Xinhua

Jet tempur generasi kelima J-20 menyimpan senjata di weapon bay sehingga tidak meninggal jejak radar yang besar. Senjata yang dibawa J-20 adalah rudal udara ke udara PL-12C/D dan PL-21. Kelak J-20 dilengkapi dengan rudal PL - 10 jarak pendek, rudal udara ke permukaan, bomb presisi dipandu, dan bom jatuh. chinapower.csis.org

Media online sputnik, 7 Februari 2018, menulis bahwa Cina mengirim jet tempur Su-35 dengan kesiapan tempur untuk ikut dalam patroli di Laut Cina Selatan. Untuk pertama kalinya Cina mengumumkan penempatan pesawat tempur canggih yang dibeli dari Rusia. Cina membeli pesawat Su-35 sebanyak 24 unit. Sputnik/Anton Denisov

Pesawat tempur Su-35 (NATO menyebutnya Flanker-E) merupakan pesawat multirole air superiority generasi keempat paling canggih. saat ini. Pesawat ini mampu membawa banyak senjata dan radarnya dapat mendeteksi target sejauh 400 km. Radar Irbis-E dapat mendeteksi target dengan penampang radar 0.01 m persegi dalam jarak 90 km. warspot.ru

SU-35 dilengkapi dengan beragam integrated fire control dan navigation system comprising sehingga mampu mendeteksi 20 target secara simultan dan memilih target mana yang harus dieksekusi terlebih dahulu. Selain itu terdapat infrared imager, laser range finder dan terget illuminator sebagai alat bantu pembidik target. dailystar.co.uk