Minggu, 19 Agustus 2018

Sputniknews, 10 Februari 2018, menulis bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat menginginkan pesawat tempur tercanggihnya saat ini, F-22 Raptor, dapat beroperasi hingga 2060. Eksplorasi teknologi sensor dan Kecerdasan Buatan dilakukan dengan ambisius setelah Rusia dan Cina mempercepat pengembangan jet tempur siluman mereka. sohu.com

Angkatan Udara Amerika Serikat mengejar modernisasi avionik, radar, sensor pentargetan, senjata, display kokpit, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), agar F-22 tetap mempertahankan supremasi udara di tengah pesawat tempur siluman Rusia dan Cina yang sedang dikembangkan. horizonti.rs

Orientasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) F-22 Raptor untuk perbaikan pertargetan dalam pertempuran, meningkatkan ancaman, identifikasi musuh jarak jauh. Semua itu memunculkan sensor multi fungsi yang dapat melakukan misi berbeda dalam waktu yang sama dan mengatur data masuk. AP/Kamran Jebreili

Perawatan mid-life, dijadwalkan 2024, tidak hanya memperpanjang umur layanan F-22, tapi juga untuk mempertahankan keunggulan teknologi F-22 Raptor terhadap jet tempur siluman Rusia dan Cina. Kedua negara itu sedang mempercepat pengembangan jet tempur generasi kelima mereka. lockheedmartin.com

F-22 Raptor adalah pesawat tempur paling canggih di dunia saat ini. Rusia dan Cina mengembangkan jet tempur siluman untuk menyaingi F-22 Raptor. Rusia menciptakan Su-57 yang telah menyelesaikan uji cobanya, sedangkan Cina telah mengoperasikan J-20 Chengdu bahkan mengirimnya ke Laut Cina Selatan. lockheedmartin.com

F-22 Raptor adalah gabungan teknologi siluman, kecepatan, kelincahan, dan situational awareness, dikombinasikan dengan persenjataan udara-ke-udara dan udara-ke-darat yang mematikan. Amerika Serikat tidak ingin keunggulan F-22 Raptor dilewati oleh dua negara pesaingnya. sohu.com