Jumat, 14 Desember 2018

Angkatan Laut Amerika Serikat akan diperkuat dengan drone kapal Sea Hunter, yang mampu berlayar ribuan mil laut. Drone berbentuk kapal trimaran sepanjang 40 meter ini mampu melacak dan menemukan kapal selam musuh dengan menggunakan Fixed Sonar Array frekwensi tinggi. Sea Hunter dapat menjaga pintu masuk, pelabuhan, dan aset angkatan laut, selama 24 jam.DARPA

Sea Hunter disebut juga drone Anti-Submarine Warfare Continuous Trail Unmanned Vessel (ACTUV). Sea Hunter adalah robot pertama yang mampu berlayar di laut lepas selama 90 hari sebagai Medium Displacement Unmanned Surface Vehicle (MDUSV). Drone ini mampu melaju dengan kecepatan 27 knots (50 km/jam) dan dilengkapi perangkat otonom dan penginderaan yang telah teruji. thedrive.com

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) telah melakukan uji coba laut dan mengevaluasi Sea Hunter selama dua tahun, dan resmi menyerahkannya Office of Naval Research(ONR), pada 30 Januari 2018. Pejabat DARPA menyebut bahwa penyerahan ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan teknologi drone kapal berukuran besar. navaldrones.com

Alexander Walan, seorang manajer program di Tactical Technology Office (TTO) DARPA menyebutkan bahwa kombinasi kapal perang berawak dengan drone kapal berukuran besar akan menjadi armada masa depan Angkatan Laut Amerika Serikat. Keduanya saling melengkapi untuk menyelesaikan beragam misi. Saat ini, Sea Hunter tidak dipersenjatai untuk menjalankan misinya. DARPA

Drone kapal Sea Hunter pernah ikut serta dalam latihan Trident Warrior 2017, bersama kapal induk USS Theodore Roosevelt dan gugus tugasnya, pada Agustus 2017. Selama latihan itu, Sea Hunter membawa eksperimen sistem komunikasi laser jarak jauh, mentransmisikan hingga 10 gigabit suara, video, dan data lainnya. Drone kapal ini juga dapat membawa berbagai payload. DARPA

Militer Amerika Serikat telah membicarakan pentingnya strategi mengganti raja dan ratu di papan catur maritim dengan banyak bidak. Dengan kemampuan Sea Hunter, Angkatan Laut Amerika Serikat dapat menggelar patroli anti kapal selam di laut luas dalam waktu yang lama, tanpa menggunakan kapal permukaan, kapal selam, dan tanpa seorang angkatan laut ikut serta. DARPA