Seorang anggota militer Brasil dilerahkan guna melakukan operasi Anti-Narkotika di daerah kumuh Vila Alianca, di Rio de Janeiro, Brasil, 27 Februari 2018. Sekitar 3.000 pasukan gabungan polisi dan militer ikut dalam operasi besar guna memerangi narkotika di daerah berbahaya tersebut. REUTERS

Pasukan militer Brasil memeriksa sejumlah tas milik penumpang bus saat melakukan operasi besar Anti-Narkotika di kawasan kumuh Vila Kennedy di Rio de Janeiro, Brasil, 23 Februari 2018. Kawasan kumuh berbahaya ini merupakan tempat dimana seorang sersan militer dan seorang komandan polisi militer tewas dalam memerangin narkotika. (AP Photo/Leo Correa)

Pasukan militer Brasil memeriksa sebuah truk saat melakukan operasi besar Anti-Narkotika di kawasan kumuh Vila Kennedy di Rio de Janeiro, Brasil, 23 Februari 2018. Vila Kennedy merupakan salah satu proyek penampungan sosial di Amerika Latin. (AP Photo/Leo Correa)

Pasukan militer Brasil memoto wajah seorang pria berserta indentitasnya saat melakukan operasi besar Anti-Narkotika di kawasan kumuh Vila Kennedy di Rio de Janeiro, Brasil, 23 Februari 2018. Vila Kennedy juga merupakan salah satu tempat kumuh di Rio de Janeiro yang memiliki jumlah baku tembak antara polisi dengan pengedar narkoba paling tinggi. (AP Photo/Leo Correa)

Pasukan militer Brasil memeriksa sejumlah pria saat melakukan operasi besar Anti-Narkotika di kawasan kumuh Vila Kennedy di Rio de Janeiro, Brasil, 23 Februari 2018. Tujuan operasi besar ini guna mengurangi gelombang kejahatan di Rio de Janeiro, yang tercatat ada sekitar 5.000 baku tembak dan hampir 7.000 terjadinya aksi pembunuhan pada tahun lalu. (AP Photo/Leo Correa)

Pasukan militer Brasil melakukan patroli saat menggelar operasi besar Anti-Narkotika di daerah kumuh Coreia di Rio de Janeiro, Brasil, 27 Februari 2018. Operasi besar ini didukung dengan sejumlah helikopter dan kendaraan berat militer Brasil. REUTERS/Ricardo Moraes