Minggu, 23 September 2018

Seorang Tatung (dukun Tionghoa yang kerasukan arwah leluhur) melakukan atraksi saat mengikuti Pawai Perayaan Cap Go Meh 2018 di Singkawang, Kalbar, 2 Maret 2018. Sebanyak 1038 Tatung turut memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2018. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Empat Tatung mengikuti Pawai Perayaan Cap Go Meh 2018 di Singkawang, Kalbar, 2 Maret 2018. Perayaan Cap Go Meh rutin digelar setiap tahun di Kota Singkawang, Kalbar. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Sejumlah bocah mengenakan pakaian dewi pada perayaan Cap Go Meh di Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, Gorontalo, 2 Maret 2018. Cap Go Meh di Gorontalo dirayakan dengan arak-arakan Tanchi, Kio, Barongsai naga dan macan, parade anak-anak dengan kostum biksu dan dewi. ANTARA/Adiwinata Solihin

Sejumlah warga makan lontong Cap Go Meh di Klenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur 2 Maret 2018. Sebanyak 3000 porsi lontong Cap Go Meh disiapkan untuk dimakan bersama dalam perayaan Cap Go Meh atau hari ke 15 tahun Baru Imlek sebagai ungkapan syukur kepada sang pencipta. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Warga keturunan Tionghoa memanggul tandu berisi 'kongcho' saat perayaan Cap Go Meh di Klenteng Dewi Welas Asih, Cirebon, Jawa Barat, 2 Maret 2018. Perayaan Cap Go Meh dengan membawa sejumlah patung dewa (kongcho) keliling kota tersebut sekaligus mengakhiri perayaan Imlek tahun 2569/2018. ANTARA/Dedhez Anggara

Warga keturunan Tionghoa menggotong "sipasan" yaitu kendaraan menyerupai lipan (kelabang) yang dinaiki anak-anak, saat Festival Cap Gomeh 2569 di Padang, 2 Maret 2018. Sedikitnya 600 orang menggotong sipasan yang dinaiki 100 anak memeriahkan Festival Cap Gomeh 2569 itu. ANTARA/Iggoy el Fitra