Bayangan anggota Rumah Cemara Boxing Camp (RCBC) sebelum berlatih tanding tinju di Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, 15 Januari 2018. RCBC didirikan oleh lima mantan konsumen narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) pada 2003. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Jundullah Muhammad Fauzan melatih muridnya di sasana miliknya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 14 Februari 2018. Saat berdiri terdapat 30 orang yang ikut bergabung, di antaranya 10 orang pengguna NAPZA dan orang dengan HIV/ AIDS (ODHA). Saat ini RCBC sudah mencapai 300 anggota. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Sejumlah anggota Rumah Cemara Boxing Camp (RCBC) berlatih tinju di Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, 12 Januari 2018. Tinju menjadi olahraga yang dipilih karena olahraga tersebut beritme tinggi dan mampu mengurangi kekambuhan pengguna narkotik. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Anggota Rumah Cemaran Boxing Camp (RCBC) berlatih tanding di Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, 12 Januari 2018. Olahraga tinju juga mampu membuat tubuh memproduksi endorfin, zat pembuat tubuh merasa senang dan dapat menggantikan hasrat keinginan menggunakan narkoba. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Sejumlah anggota Rumah Cemara Boxing Camp (RCBC) berlatih tinju di Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, 14 Februari 2018. RCBC sendiri menjadi salah satu cara untuk mewujudkan Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi dimana semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk maju, memperoleh layanan HIV dan NAPZA yang bermutu, serta berupaya untuk penanggulangan AIDS dan pengendalian NAPZA. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus

Sejumlah anggota Rumah Cemara Boxing Camp (RCBC) menonton pertandingan tinju di Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, 15 Januari 2018. ANTARA FOTO/Agvi Firdaus