Selasa, 11 Desember 2018

Warga difabel harus mendapat bantuan saat menaiki trotoar tanpa ramp dalam kampanye Bandung Barrier Free Tourism di kawasan Ganesha, Bandung, 18 Maret 2018. Warga difabel tak bisa mengakses sarana rekreasi dan relaksasi di ruang-ruang publik karena kurangnya akses. TEMPO/Prima Mulia

Aktivis menunjukkan contoh trotoar yang kurang ramah bagi warga difabel saat melakukan kampanye Bandung Barrier Free Tourism di kawasan Dago, Bandung, 18 Maret 2018. Warga difabel sering menemui kurangnya ramp, guiding block, serta bangunan atau pedagang yang ada di trotoar. TEMPO/Prima Mulia

Warga difabel tak bisa melewati trotoar yang terhalang halte bus saat melakukan kampanye Bandung Barrier Free Tourism di kawasan Cikapayang, Bandung, 18 Maret 2018. Di Indonesia, sekitar 12,15% dari jumlah penduduk adalah difabel, sementara di Bandung sendiri ada sekitar 8.038 orang difabel. TEMPO/Prima Mulia

Perjalanan rekreasi warga difabel terhenti saat akan ke ke Taman Film akibat trotoar tak bisa diakses dalam kampanye Bandung Barrier Free Tourism di kawasan Tamansari, Bandung, 18 Maret 2018. Baik pemerintah maupun kontraktor tak pernah melibatkan difabel dalam merancang ataupun mengawasi pembuatan trotoar yang ramah bagi semua kalangan. TEMPO/Prima Mulia