Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Rini Soemarno menyatakan perkembangan terbaru dari proyek tersebut yakni pembangunan konstruksi tunnel (terowongan) sudah berjalan di wilayah Walini yang terletak di Bandung Barat dan di wilayah Halim Perdanakusuma. ANTARA/M Agung Rajasa

Menteri BUMN Rini Soemarno berbincang dengan Deputi Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) Tamjianto (kiri) saat meninjau lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Sebelumnya, proyek ini ditargetkan rampung pada 2019 mendatang, namun kini diperkirakan baru selesai 2020. ANTARA/M Agung Rajasa

Menteri BUMN Rini Soemarno berbincang dengan Deputi Project Direktur HSRCC Tamjianto (kiri) dan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto (kanan) saat meninjau lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Rini juga mengungkapkan ada kenaikan biaya proyek ini, dari yang semula 5,5 miliar dolar AS jadi 5,9 miliar dolar AS. ANTARA/M Agung Rajasa

Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Saat ini progres pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah mencapai 56,6 persen. ANTARA/M Agung Rajasa

Suasana pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Plt Direktur Utama PT KCIC Dwi Windarto mengatakan saat ini pekerjaan konstruksi kereta cepat tersebut telah mencapai 5 persen dari target penyelesaian proyek tahun 2020. ANTARA/M Agung Rajasa

Pekerja menyelesaikan konstruksi terowongan Walini proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, 21 Maret 2018. Proyek kereta cepat tidak dibiayai sama sekali dari anggaran negara, namun dari modal yang disetor konsorsium BUMN Indonesia dan China ditambah dana pinjaman dari China Development Bank (CDB). ANTARA/M Agung Rajasa