Novel Baswedan berpose di Jakarta, 7 April 2018. Penglihatan penyidik senior KPK itu masih berbayang pascaoperasi mata kiri akibat siraman air keras setahun lalu. TEMPO/Subekti

Akibat disiram air keras di bagian wajah kedua mata Novel Baswedan mengalami kerusakan. Mata kirinya kini tak bisa melihat sama sekali, sedangkan penglihatan mata kanannya buram. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Novel menjalani pengobatan mata di Rumah Sakit National Eye Centre, Singapura, setelah dua orang tak dikenal menyerangnya pada 11 April 2017. Dua orang menyerang Novel yang tengah berjalan pulang dari masjid setelah salat subuh. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Penyidik KPK Novel Baswedan saat berada di sebuah masjid di Singapura, November 2017. Novel baru pulang ke Indonesia pada 22 Februari lalu setelah hampir lebih dari 10 bulan berada di Singapura. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

Aktivitas Novel Baswedan saat berada di Singapura, November 2017. Mata kirinya diimplan total dan mata kanannya harus memakai hard lens untuk membantu penglihatannya. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Seiring dengan proses penyembuhan yang dijalaninya, Novel juga berharap Presiden Joko Widodo bisa segera mengambil sikap tegas agar kasus penyerangannya bisa terungkap. Apalagi kasusnya sudah berjalan satu tahun. Dok.TEMPO/Dhemas Reviyanto