Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 1 Mei 2015. Novel ditangkap atas tuduhan penembakan terhadap pencuri sarang burung walet ketika bertugas sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bengkulu pada 2004. Kriminalisasi itu terjadi saat Novel memimpin pengusutan kasus korupsi simulator kemudi yang menjerat Inspektur Jenderal Djoko Susilo. ANTARA

Pada Juli 2012, motor yang dikendarai Novel ditabrak mobil yang berisi sejumlah orang saat operasi penangkapan Bupati Buol Amran Batalipu. Dok. TEMPO/Eko Siswono T

Pada Oktober 2015, mobil yang ditumpangi Novel dan penyidik lain masuk ke sungai saat pengecekan fisik proyek e-KTP di perbatasan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. TEMPO/Amston Probel

Pada Juni dan Agustus 2016, sebuah mobil menabrak Novel yang sedang mengendarai sepeda motor di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kala itu, Novel sedang menuju kantor KPK. Novel mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi saat Novel dan timnya menyelidiki kasus reklamasi Jakarta. Penabrakan kembali terjadi dua bulan kemudian. Dok. TEMPO/Eko Siswono T

Pada 11 April 2017, dua orang pengendara sepeda motor tidak dikenal menyiram wajah dan tubuh Novel Baswedan dengan air keras. Subuh itu, Novel tengah jalan kaki ke rumahnya setelah selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al-Ikhsan. TEMPO/Subekti