Jumat, 21 September 2018

TKI Parinah Ikhsan (tengah) didampingi Staf Bp3 (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Serang Ferdinand Nababan (kedua Kanan ) saat kembali ke Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Parinah merupakan TKI asal Banyumas yang menjadi korban perbudakan modern di luar negeri. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Parinah Ikhsan (kanan), korban perbudakan modern saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Ia sudah 18 tahun menjadi korban perbudakan modern di Arab saudi dan Inggris. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Parinah Ikhsan (kanan) menghubungi anggota keluarganya didampingi perwakilan Kemenlu Iqbal (kiri) di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Wanita berusia 50 tahun ini pulang ke kampung halaman tanpa membawa uang hasil bekerjanya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Parinah Ikhsan (tengah) saat dimintai keterangan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Parinah TKI bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga selama 18 tahun dan tidak dibayar gajinya. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Parinah Ikhsan (tengah) didampingi Staf BP3 (Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Serang, Ferdinand Nababan (kedua kanan ) saat datang Ke Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Untuk bisa mendapatkan pertolongan, Parinah nekat pagi-pagi ke kantor pos saat majikan terlambat bangun tidur. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Parinah Ikhsan (kanan), korban perbudakan modern saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 11 April 2018. Setiba di Indonesia, Parinah mengatakan hendak pensiun dan berharap uang hasil kerja kerasnya selama 18 tahun yang ditahan majikan bisa segera diberikan. TEMPO/Fakhri Hermansyah