Selasa, 24 April 2018

Seorang karyawan memilah baterai lama untuk diekstraksi di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. Perusahaan SungEel HiTech melakukan daur ulang baterai untuk digunakan pada baterai yang menggerakkan mobil listrik. REUTERS/Kim Hong-Ji

Seorang karyawan memilah baterai lama untuk diekstraksi di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. Pekerja memilah-milah tumpukan baterai lithium-ion dari ponsel dan laptop bekas. REUTERS/Kim Hong-Ji

Bubuk Kromat kobalt hasil ekstrasi baterai di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. SungEel HiTech dapat memproses sekitar 8.000 ton per tahun baterai lithium-ion dan dapat menghasilkan sekitar 830 ton lithium fosfat, 1.000 ton setara kobalt logam dan 600 ton nikel. REUTERS/Kim Hong-Ji

Tumpukan baterai ponsel bekas saat akan diekstrasi di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. REUTERS/Kim Hong-Ji

Pekerja mengumpulkan sejumlah baterai ponsel dan laptop bekas saat akan diekstrasi di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. REUTERS/Kim Hong-Ji

Pekerja mengumpulkan sejumlah baterai ponsel dan laptop bekas saat akan diekstrasi di sebuah pabrik penambangan perkotaan di Gunsan, Korea Selatan, 2 April 2018. REUTERS/Kim Hong-Ji