Jumat, 21 September 2018

Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Pikon merupakan musik tradisional yang terbuat dari kulit kayu anak panah atau dalam bahasa lokal disebut Hite. Tempo/Rully Kesuma

Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Keunikan alat tradisonal ini menghasilkan bunyi nada dengan menggetarkan pikon menggunakan seutas tali yang terlilit di pikon dengan tangan. Tempo/Rully Kesuma

Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Alat musik tradisional ini hanya dapat dimainkan oleh mereka yang memiliki keahlian khusus dengan menampilkan lagu-lagu ciptaan sendiri yang mengungkapkan perasaan sang pemain musik. Tempo/Rully Kesuma

Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Alat musik tradisional ini menghasilkan bunyi berdasarkan getaran anak pikon dan udara pada rongga mulut. Tempo/Rully Kesuma

Peserta memainkan musik tradisional Pikon di Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 9 Agustus 2017. Festival budaya ini sudah berlangsung sejak tahun 1999 yang diadakan setiap bulan Agustus untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tempo/Rully Kesuma