Jumat, 21 September 2018

Seekor anak babi berjalan mengikuti majikannya dalam Lomba karapan anak babi sata berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Lomba ini diadakan dalam rangka mengekspresikan kedekatan hewan peliharaan dengan sang pemiliknya. Tempo/Rully Kesuma

Peserta meletakkan peliharaan anak babinya dalam Lomba karapan anak babi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Babi bagi masyarakat Pegunungan Tengah memiliki nilai adat yang tinggi. Tempo/Rully Kesuma

Peserta mengikutsertakan anak babinya dalam Lomba karapan anak babi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Dalam kehidupan masyarakat, pemeliharaan babi merupakan tanggung jawab seorang wanita, selain menjaga anak dan mengolah pertanian. Tempo/Rully Kesuma

Seorang wanita menyusui anak babi miliknya jelang diikutsertakan dalam Lomba karapan anak babi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Kedekatan warga Papua Pegunungan Tengah dengan babi miliknya dapat dilihat dengan cara mereka menyusui langsung anak babi tersebut. Tempo/Rully Kesuma

Sejumlah peserta mengikuti Lomba karapan anak babi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Tempo/Rully Kesuma

Sejumlah peserta mengikuti Lomba karapan anak babi saat berlangsungnya Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 10 Agustus 2017. Tempo/Rully Kesuma