Senin, 23 April 2018

Seorang bocah berendam di bak sembari menunggu ibunya yang tengah mencuci baju di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. Dua tahun telah berlalu sejak Kampung Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, digusur pada 11 April 2016. Selama dua tahun terakhir, warga pun bertahan di tenda dan gubuk darurat yang didirikan di atas puing bangunan. TEMPO/Subekti.

Warga beraktivitas di shelter warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. Sudah sebulan terakhir warga Kampung Akuarium dipindahkan ke empat bangunan shelter yang berdiri di sana. TEMPO/Subekti.

Warga beraktivitas di toilet umum di shelter warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. Ada 88 unit shelter yang disediakan untuk 85 KK yang terdaftar. TEMPO/Subekti.

Seorang bocah berbaring di dalam rumah di shelter warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. Kini warga tengah menunggu realisasi pemerintah dalam membangun kembali kampung yang telah rata dengan tanah itu. Bagi warga, shelter hanyalah persinggahan sementara. TEMPO/Subekti.

Seorang bocah berbaring di dalam rumah di shelter warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. Sebelum tinggal di shelter, warga harus hidup di bawah tenda darurat yang bukan hanya mengorbankan kenyamanan, tetapi juga bertaruh nyawa. Setidaknya ada 24 warga tenda darurat yang meninggal dunia dalam dua tahun terakhir. TEMPO/Subekti

Foto shelter warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta, 16 April 2018. TEMPO/Subekti