Sabtu, 20 Oktober 2018

Max Kraemer, pendiri start-up Bug Foundation, menggigit burger yang terbuat dari serangga, di sebuah supermarket di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Daging burger ini dibuat dari larva kumbang (Alphitobius diaperinus). REUTERS/Wolfgang Rattay

Dua burger yang terbuat dari serangga, di sebuah supermarket di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Ahli gizi dan ilmuwan telah lama menggembar-gemborkan konsumsi serangga bagi manusia sebagai sumber protein yang berkelanjutan dan murah. REUTERS/Wolfgang Rattay

Kasir menunjukkan burger serangga di sebuah supermarket di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Bisnis bahan pangan serangga masih memiliki beberapa rintangan di depan, salah satunya adalah faktor menjijikan bagi sebagian orang. REUTERS/Wolfgang Rattay

Tag harga untuk paket burger serangga yang terbuat dari larva kumbang, Alphitobius Diaperinus, dipajang di supermarket saat peluncuran di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Manusia telah memakan serangga selama berabad-abad, tetapi praktik ini tidak umum di banyak budaya barat. REUTERS/Wolfgang Rattay

Burger yang terbuat dari serangga, di sebuah supermarket di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Serangga menjadi alternatif pengganti daging yang memiliki kandungan protein tinggi. REUTERS/Wolfgang Rattay

Kemasan patty burger yang terbuat dari serangga, dijual di sebuah supermarket di Aachen, Jerman, 20 April 2018. Serangga menjadi alternatif pengganti daging yang memiliki kandungan protein tinggi. REUTERS/Wolfgang Rattay