Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang bernama Bonita ini akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan di hari ke 108, di Estate Eboni PT. Tabung Haji Indo Plantation (THIP), 20 April 2018. Usai ditangkap, Bonita dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Yayasan Arsari Djojohadikusumo. facebook/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Menurut laporan, keberadaan Bonita di tengha warga telah mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa meninggal, yaitu Jumiati di perkebunan sawit PT. THIP Desa Tanjung Simpang, dan Yusri di Kampung Danau di Kecamatan yang sama berbatasan dengan perkebunan PT. THIP. facebook/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Sebelumnya, kehadiran Bonita di perkebunan sawit PT. THIP Desa Tanjung Simpang kerap dianggap sebagai Harimau jadi-jadian. facebook/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Tim Penyelamatan Gabungan penanganan harimau sumatera yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, TNI (Kodim Indragiri Hilir), POLRI (Polres Indragiri Hilir), Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Yayasan ARSARI Djojohadikusumo, WWF Sumatera Program, Forum Harimau Kita, Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS), Vesswic, PT. Arara Abadi dan PT. THIP. facebook/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno (kedua kanan) menjelaskan kronologis pencarian hingga proses evakuasi Harimau Sumatera yang bernama Bonita di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, di Pekanbaru, Riau, 21 April 2018. Setelah melakukan pencarian selama 108 hari akhirnya tim terpadu penyelamat Harimau Sumatera berhasil menangkap Bonita yang telah menewaskan dua orang. ANTARA FOTO/Rony Muharrman