Perempuan mengangkat tangan dalam aksi menolak pendidikan non-seksis dan diskriminasi, pelecehan dan pelecehan seksual oleh para akademisi, mahasiswa dan pejabat, di Santiago, Cile Rabu, 6 Juni 2018. Mereka mewarnai tangan dengan cat merah untuk melambangkan darah. AP/Luis Hidalgo

Pendemo wanita mengangkat roknya dalam aksi menuntut pendidikan non-seksis dan mengakhiri diskriminasi, pelecehan dan pelecehan seksual oleh para akademisi, mahasiswa dan pejabat di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. Mereka membentangkan spanduk dalam bahasa Spanyol: "Mengapa Anda takut ketika saya membuka mulut, tetapi tidak ketika saya membuka kaki saya?" AP/Luis Hidalgo

Seorang pengunjuk rasa bertopeng menyiram kendaraan polisi dengan cat ungu di akhir aksi damai menolak pelecehan seksual di universitas-universitas di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. AP/Luis Hidalgo

Pendemo perempuan mengangkat tangan mereka, menunjukkan kata-kata "TIDAK" di telapak tangan mereka, selama aksi menuntut pendidikan non-seksis dan menolak diskriminasi, pelecehan dan pelecehan seksual oleh para akademisi, mahasiswa dan pejabat di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. AP/Luis Hidalgo

Pendemo berlari ketika polisi meluncurkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa dalam aksi damai menolak pendidikan seksis dan pelecehan seksual di universitas-universitas Cile, di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. AP/Luis Hidalgo

Patung berbentuk sepatu hak tinggi wanita dibakar di depan istana presiden La Moneda selama pawai di Santiago, Cile, Rabu, 6 Juni 2018. Para mahasiswa menolak adanya diskriminasi, pelecehan dan pelecehan seksual oleh para akademisi, siswa dan pejabat. AP/Luis Hidalgo