Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat menggelar aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Polri agar memproses beragam kasus yang mangkrak atau berhenti, seperti dugaan kasus ujaran kebencian kader Partai NasDem, Viktor Laiskodat, dan dugaan ujaran kebencian yang melibatkan akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando. TEMPO/Subekti.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat menggelar aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. Massa aksi juga menuntut kepolisian lekas memproses kasus hukum Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Dia dilaporkan atas dugaan penodaan agama serta ujaran kebencian oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB). TEMPO/Subekti.

Seorang pemuda yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 membawa golok saat ikut aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat menggelar aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

Pedagang menjual stiker 2019 Ganti Presiden di tengah-tengah massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang menggelar aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

Persaudaraan Alumni (PA) 212 saat menggelar aksi 67 di depan gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018. TEMPO/Subekti.