Bayi orangutan bernama Otan meminum susu saat berada di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Otan merupakan bayi orangutan yang menjadi korban dari perdagangan satwa illegal. TEMPO/M Taufan Rengganis

Petugas menggendong bayi orangutan bernama Otan saat berada di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Otan berada dalam kondisi yang baik setelah dititip rawat di Pusat penyelamatan Satwa Tegal Alur selama lebih dari setahun. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bayi orangutan bernama Otan menyantap pisang di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Satwa yang berusia dua tahun ini akan direlokasi ke Yayasan Ekosistem Lestari - Sumatran Orangutan Concervation Programme di Medan. TEMPO/M Taufan Rengganis

Petugas bermain dengan Otan, bayi orangutan di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Otan akan diberangkatkan ke pusat rehabilitasi di Sumatera Utara, esok hari, 19 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bayi orangutan bernama Otan, korban perdagangan satwa illegal berada dalam kandangnya di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, 18 Juli 2018. Program translokasi ini dilakukan Balai KSDA Jakarta berkerja sama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). TEMPO/M Taufan Rengganis

Petugas menggendong bayi orangutan bernama Otan saat press rilis program translokasi di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. Otan diperoleh dari penyerahan penyidik Polda Metro Jaya agar dapat dilakukan pelepasliaran sesuai dengan peraturan yang berlaku. TEMPO/M Taufan Rengganis