Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Sejak pukul Rabu (18/7) sore hingga Kamis (19/7) pagi tercatat jumlah letusan mencapai 117 kali yang disertai asap kawah dan lontaran batu. ANTARA FOTO/Elshinta

Gunung Anak Krakatau menyemburkan Lava yang terlihat dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Data Vulcano Activity Report (VAR) mencatat, Gunung Anak Krakatau telah meletus sebanyak 272 kali. ANTARA FOTO/Elshinta

Gunung Anak Krakatau menyemburkan Lava yang terlihat dari perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis, 19 Juli 2018. Selain letusan dengan amplitudo mencapai 21-53 mm dan durasi 18-165 detik, juga teramati adanya embusan kawah sebanyak 130 kali dengan amplitudo 3-32 mm dan durasi 15-180 detik. ANTARA FOTO/Elshinta

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis 19 Juli 2018. Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 38 kali dengan amplitudo 3-30 mm dan durasi 5-15 detik. Lalu gempa vulkanik dalam 2 kali dengan amplitudo 29-30 mm, S-P 1-1,5 detik dan durasi 10-20 detik. ANTARA FOTO/Elshinta