Sabtu, 20 Oktober 2018

Marinir Taiwan dari Underwater Demolition Company, Amphibious Reconnaissance Patrol Unit (ARP), mengambil posisi saat mengikuti pelatihan pendaratan di malam hari, di Kaohsiung, Taiwan 23 Juli 2018. REUTERS/Tyrone Siu

Marinir Taiwan dari Underwater Demolition Company, Amphibious Reconnaissance Patrol Unit (ARP), berenang menuju pantai saat mengikuti pelatihan pendaratan di malam hari, di Kaohsiung, Taiwan 23 Juli 2018. REUTERS/Tyrone Siu

Marinir Taiwan dari Underwater Demolition Company, Amphibious Reconnaissance Patrol Unit (ARP), berenang menuju pantai saat mengikuti pelatihan pendaratan di malam hari, di Kaohsiung, Taiwan 23 Juli 2018. REUTERS/Tyrone Siu

Marinir Taiwan dari Underwater Demolition Company, Amphibious Reconnaissance Patrol Unit (ARP), saat mengikuti pelatihan pendaratan di malam hari, di Kaohsiung, Taiwan 23 Juli 2018. REUTERS/Tyrone Siu

Marinir Taiwan dari Underwater Demolition Company, Amphibious Reconnaissance Patrol Unit (ARP), mengambil posisi saat tiba di pantai ketika mengikuti pelatihan pendaratan di malam hari, di Kaohsiung, Taiwan 23 Juli 2018. REUTERS/Tyrone Siu