Sabtu, 20 Oktober 2018

Remaja Palestina, Ahed Tamimi, bersama dengan ayah dan ibunya Nareman, setelah dibebaskan dari penjara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, 30 Juli 2018. Israel menangkap dan memenjarakan remaja berusia 17 tahun itu karena menampar seorang tentara di Tepi Barat. REUTERS/Raneen Sawafta

Rambut remaja Palestina, Ahed Tamimi, dicium ayahnya, setelah dibebaskan dari penjara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, 30 Juli 2018. Ahed Tamimi, bebas dua hari lalu setelah mendekam delapan bulan di penjara. REUTERS/Raneen Sawafta

Remaja Palestina, Ahed Tamimi, tersenyum sambil memeluk bantalnya, setelah dibebaskan dari penjara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, 30 Juli 2018. Ahed Tamimi kini menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel. REUTERS/Raneen Sawafta

Remaja Palestina, Ahed Tamimi, berselfie bersama dua temannya setelah dibebaskan dari penjara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, 30 Juli 2018. Seniman Italia pelukis wajah Ahed di dinding pemisah di Betlehem, Tepi Barat, yang menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel. REUTERS/Raneen Sawafta

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berbicara dengan Ahed Tamimi, yang baru dibebaskan dari penjara Palestina di Ramallah, 29 Juli 2018. PPO/Handout via REUTERS

Remaja Palestina, Ahed Tamimi, dipeluk seorang wanita dan disambut pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara Israel di desa Nabi Saleh, Tepi Barat, 29 Juli 2018. REUTERS/Mohamad Torokman