Jumat, 14 Desember 2018

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah), menunjukkan sebuah tongkat berukiran harimau, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Anies melaporkan hadiah ini sebagai barang gratifikasi kepada KPK. TEMPO/Imam Sukamto

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menunjukkan sebuah tongkat bermotif ukiran harimau, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Tongkat ini diterima Anies dari seorang pendakwah dari negara Ghana, Muhammad Harun.TEMPO/Imam Sukamto

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Anies Baswedan mendapatkan tongkat ini pada saat menghadiri pertemuan internasional antarulama se-Asia, Afrika, dan Eropa beberapa waktu lalu. ANTARA/Reno Esnir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengacungkan jempol saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Anies baru melaporkan tongkat komando yang didapatnya karena menganggap pemberian ini akan dijadikan inventaris kantor Pemprov DKI Jakarta. ANTARA/Reno Esnir

Awak media mengerumuni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan melaporkan pemberian tongkat komando ke KPK di Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengimbau Anies Baswedan untuk melaporkan barang pemberian tersebut meskipun tidak disimpan untuk diri sendiri. TEMPO/Imam Sukamto