Minggu, 23 September 2018

Wakil Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Kurniawan Adi Nugroho menghadiri sidang putusan praperadilan kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. Hakim ketua menolak gugatan praperadilan Luna Maya dan Cut Tari. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho (kiri) menghadiri sidang putusan praperadilan kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari yang dipimpin Hakim ketua Florensani (tengah) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. Karena eksepsi LP3HI ditolak, Luna Maya dan Cut Tari masih berstatus tersangka. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Hakim tunggal Florensani Susana Kendenan menyampaikan putusan dalam sidang praperadilan kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. Kasus penyebaran video porno yang melibatkan artis Ariel Noah, Luna Maya dan Cut Tari ini terjadi pada 2010. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho (dua dari kiri) bersalaman dengan Hakim ketua Florensani dalam sidang putusan praperadilan kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. Luna dan Cut masih menyandang status sebagai tersangka, sementara Ariel NOAH yang telah diganjar hukuman 3,5 tahun penjara. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho (tengah), memberikan keterangan seusai sidang putusan praperadilan kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018. PN Jakarta Selatan menolak praperadilan atas status tersangka Luna Maya dan Cut Tari karena belum adanya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dari pihak kepolisian. TEMPO/Fakhri Hermansyah