Minggu, 23 September 2018

Bayi bernama Lalu Rafasya Arfan digendong ibunya di tempat penampungan sementara di kamp pengungsian Sigar Penjalin di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Agustus 2018. Bayi berumur tiga hari ini lahir di tengah bencana gempa bumi. REUTERS/Beawiharta

Bayi bernama Lalu Rafasya Arfan digendong ibunya di tempat penampungan sementara di kamp pengungsian Sigar Penjalin di Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Gempa bumi 7 skala Richter terjadi di Lombok Utara pada 5 Agustus lalu. REUTERS/Beawiharta

Seorang bayi bernama Gempa Maulana digendong ayahnya di tenda kesehatan tempat pengungsian korban gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Bayi ini lahir di tenda kesehatan kamp pengungsian saat gempa susulan terjadi. ANTARA/Zabur Karuru

Pasangan Rogiono (atas) dan istrinya, Mita Sari, beserta bayi mereka bernama Gempa Maulana beristirahat di tenda kesehatan pengungsian korban gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. Bayi ini lahir saat gempa susulan terjadi pada Kamis, 9 Agustus 2018. ANTARA/Zabur Karuru

Seorang bayi bernama Gempa Maulana (dua hari) digendong neneknya di tenda kesehatan tempat pengungsian korban gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat, 10 Agustus 2018. ANTARA/Zabur Karuru