Kim Hyun-sook, seorang wanita yang terpisah dengan keluarganya di Korea Utara saat di wawancara dirumahnya di Seoul, Korea Selatan, 2 Agustus 2018. Kim Hyun-sook, merupakan salah satu warga dari ribuan warga terpisah dengan keluarganya akibat perang Korea. REUTERS/Kim Hong-Ji

Kim Hyun-sook, menunjukan fotonya bersama dengan putrinya yang terpisah akibat Perang Korea saat di wawancara dirumahnya di Seoul, Korea Selatan, 2 Agustus 2018. Puluhan ribu warga Korea Selatan mendaftar pada pemerintah untuk bertemu keluarganya tapi hanya 93 warga Korea Selatan dan 88 warga Korea Utara telah dipilih untuk reuni pada 20 Agustus di Gunung Kumgang, Korea Utara REUTERS/Kim Hong-Ji

Bae Soon-hui, mengecek persiapannya yang akan dibawa saat bertemu dengan keluarga Korea Utaranya dirumahnya di Seoul, Korea Selatan, 9 Agustus 2018. Korea Utara dan Korea Selatan berencana untuk menghidupkan kembali reuni keluarga lintas perbatasan yang dihentikan tiga tahun lalu karena kekhawatiran atas program nuklir. REUTERS/Kim Hong-Ji

Bae Soon-hui, saat diwawancara ketika akan bertemu dengan keluarga Korea Utaranya dirumahnya di Seoul, Korea Selatan, 9 Agustus 2018. Lebih dari 57.000 korban Perang Korea terdaftar di pemerintah Korea Selatan, berharap mendapat kesempatan untuk melakukan pertemuan singkat dengan orang-orang terkasih yang berada di Korea Utara. REUTERS/Kim Hong-Ji

Hwang Rae-ha, salah satu korban Perang Korea yang terpisah dengan keluarganya saat diwawancara di Ganghwa, Korea Selatan, 25 Juli 2018. Hwang, 77 tahun, kini tinggal di Pulau Gyodong, saat Perang Korea terpisah dengan ibunya yang memilih kembali ke Korea Utara. REUTERS/Lim Sang-gyu

Hwang Rae-ha, salah satu korban Perang Korea yang terpisah dengan keluarganya melihat wilayah Korea Utara menggunakan teropong di Ganghwa, Korea Selatan, 25 Juli 2018. REUTERS/Lim Sang-gyu