(Kiri-Kanan) Ranto Sibarani (Kuasa Hukum Melinana), Goenawan Mohamad, Usman Hamid (Amnesty International) dan Ray Rangkuti (aktivis), saat memberikan dukungan kepada Meliana melalui petisi Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta Pusat 30 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

Kuasa Hukum Meliana Ranto Sibarani (kiri), Goenawan Mohamad, dan Usman Hamid (Amnesty International), memberikan dukungan kepada Meliana melalui petisi Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta Pusat 30 Agustus 2018. Dukungan tokoh keberagaman mengalir setelah PN Medan, menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada Meiliana karena dinilai melakukan penistaan agama. Tempo/Fakhri Hermansyah

Sejumlah tokoh keberagaman saat memberikan dukungan kepada Meliana melalui petisi Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta Pusat, 30 Agustus 2018. Meiliana dinilai telah melakukan penistaan agama sesuai Pasal 165 KUHP akibat mengeluhkan volume azan. Tempo/Fakhri Hermansyah

Sejumlah tokoh keberagaman saat memberikan dukungan kepada Meliana melalui petisi Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta Pusat, 30 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

(Kiri-Kanan) Ranto Sibarani (Kuasa Hukum Melinana), Goenawan Mohamad, Usman Hamid (Amnesty International) dan Ray Rangkuti (aktivis) saat memberikan dukungan kepada Meliana melalui petisi Gerakan Indonesia Kita (GITA) di Jakarta Pusat 30 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah