Rabu, 14 November 2018

Dari kiri: Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati secara simbolis mengisi tangki bus dengan bahan bakar minyak B20 dalam peluncuran Mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. B20 merupakan solar dengan campuran biodiesel 20 persen. TEMPO/Tony Hartawan

Petugas menyiapkan BBM solar B20 saat peluncuran program mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Bersamaan dengan penerapan program ini, perluasan penerapan kewajiban pencampuran solar dengan kadar minyak sawit 20 persen resmi berlaku. TEMPO/Tony Hartawan

Petugas menunjukkan BBM jenis solar dengan campuran biodiesel 20 persen atau B20 saat peluncuran mandatori B20 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 September 2018. TEMPO/Tony Hartawan

Petugas menyiapkan BBM solar B20 saat diluncurkan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Penerapan mandatori B20 adalah dalam rangka mengurangi defisit dan impor bahan bakar minyak, serta menghemat devisa. TEMPO/Tony Hartawan