Minggu, 18 November 2018

Seniman Israeil, Sigalit Landau melihat karyanya berupa baju balerina yang telah diselimuti kristal garam, di Laut Mati bagian selatan, Israel, 30 Agustus 2018. Karyanya dihasilkan melalui proses panjang hingga memakan waktu yang cukup lama. REUTERS/Nir Elias

Seniman Israeil, Sigalit Landau menyiapkan beberapa barang yang akan direndam di perairan melihat Laut Mati bagian selatan, Israel, 30 Agustus 2018. Sigalit membuat karya yang menakjubkan dengan merendam sejumlah barang di Laut Mati dengan kandungan garam yang tinggi, dalam waktu yang cukup lama. REUTERS/Nir Elias

Seorang pria berusaha mengangkat baju balerina yang telah diselimuti kristal garam setelah direndam di perairan Laut Mati bagian selatan, Israel, 30 Agustus 2018. Dalam membuat karya seni itu, Sigalit bersama timnya mengamankan benda-benda yang direndam di Laut Mati dengan bingkai logam, pemberat dan tali yang kuat. REUTERS/Nir Elias

Seniman Sigalit Landau bersama rekannya Yotam mengecek sejumlah barang yang telah diselimuti kristal garam setelah direndam di perairan Laut Mati bagian selatan, Israel, 30 Agustus 2018. Sigalit merendam baju balerina, berbagai sepatu, hingga biola. REUTERS/Nir Elias

Sejumlah barang yang telah diselimuti kristal garam setelah direndam di perairan Laut Mati bagian selatan, Israel, 30 Agustus 2018. Karya Sigalit Landau ini akan dipamerkan di Museum Der Moderne Rupertinum di Kota Salzburg, Austria tahun depan sebagai bagian dari proyek yang berjudul "Salt Years". REUTERS/Nir Elias