Rabu, 26 September 2018

Anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, Nicole Lambacher memeriksa kerangka manusia yang tewas ditembak pasukan diktator Francisco Franco pada di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. Tercatat ebih dari 33.000 orang tewas dari kedua sisi perang saudara Spanyol 1936-1939. REUTERS/Juan Medina

Anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, memeriksa kerangka manusia yang tewas ditembak pasukan diktator Francisco Franco pada di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. REUTERS/Juan Medina

Anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, Javier Iglesias, menunjukan pemakaman massal korban tewas pada 1939 ditembak pasukan diktator Francisco Franco, di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. REUTERS/Juan Medina

Kerangka manusia yang tewas ditembak pasukan diktator Francisco Franco pada 1939 diperiksa anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. REUTERS/Juan Medina

Anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, memeriksa kerangka manusia yang tewas ditembak pasukan diktator Francisco Franco pada 1939 di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. REUTERS/Juan Medina

Anggota Asosiasi Ilmiah ArqueoAntro Marisol Schwab, Javier Iglesias, mengambil sampel dari Mariano Descals Salvador untuk melakukan tes DNA guna mencari kakeknya Mariano Descals Montes yang tewas pada 1939 setelah ditembak pasukan diktator Francisco Franco, di lokasi pemakaman massal Paterna di Spanyol, 5 September 2018. REUTERS/Juan Medina