Minggu, 18 November 2018

Penjaga pantai membersihkan pantai dari tumpahan minyak di Uswetakeiyawa, Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. Tumpahan minyak yang mengotori wilayah pantai ini diakibatkan kebocoran pipa pada kapal tanker yang membawa minyak ke fasilitas penyimpanan darat pada Sabtu, 8 September 2018. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Pemandangan tepi pantai di Uswetakeiyawa yang terkena tumpahan minyak dari pipa kapal tanker, di Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. Menurut laporan, sekitar 25 ton minyak mencemari pantai tersebut. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Penjaga pantai membersihkan pantai dari tumpahan minyak, di Uswetakeiyawa, Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. Kebocoran itu mengakibatkan lapisan minyak mencemari 2 kilometer area pantai. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Anggota angkatan laut Sri Lanka membersihkan pantai dari tumpahan minyak, di Uswetakeiyawa, Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. Sebanyak 300 personel angkatan laut dan penjaga pantai dikerahkan untuk membersihkan tumpahan minyak tersebut. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Seorang penjaga pantai dengan baju yang berlumuran minyak saat membersihkan pantai dari tumpahan minyak, di Uswetakeiyawa, Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. Ekanayake, juru bicara Otoritas Perlindungan Lingkungan Laut, mengatakan butuh waktu dua hingga tiga hari untuk membersihkan area pantai dari tumpahan minyak. REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Suasana pembersihan area pantai dari tumpahan minyak, di Uswetakeiyawa, Sri Lanka, Senin, 10 September 2018. REUTERS/Dinuka Liyanawatte