Jumat, 16 November 2018

Foto udara puing-puing bangunan bekas pedesaan yang telah lama tenggelam, kembali terlihat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Surutnya air waduk mengakibatkan bangunan-bangunan munculnya kembali ke permukaan. Tempo/Tony Hartawan

Foto udara puing puing bangunan bekas pedesaan yang telah lama tenggelam, kembali terlihat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Pedesaan di Waduk Jatigede ini ditenggelamkan pada 2015. Tempo/Tony Hartawan

Warga tengah melintas diantara puing-puing bangunan bekas pedesaan yang telah lama tenggelam di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Waduk Jatigede merupakan anakan Bendungan Jatigede yang diresmikan 2015 lalu. Tempo/Tony Hartawan

Warga tengah melintas diantara puing bangunan sekolah di sebuah pedesaan yang telah lama tenggelam di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Waduk Jatigede seluas 5 ribu hektare itu telah menenggelamkan puluhan desa di empat kecamatan. Tempo/Tony Hartawan

Ikan mati diatas tanah yang kering bekas pedesaan yang telah lama tenggelam di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Akibat musim kemarau, debit air Waduk Jatigede mengalami penyusutan hingga 60.700 meter kubik yang telah terjadi selama tiga bulan. Tempo/Tony Hartawan

Warga tengah mengambil puing puing bangunan bekas pedesaan yang telah lama tenggelam yang kembali terlihat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis 13 September 2018. Tempo/Tony Hartawan