Rabu, 26 September 2018

Seorang perawat menggendong seorang anak yang menderita gizi buruk di bangsal malnutrisi rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman, menyatakan diperkirakan 1,8 juta anak-anak kekurangan gizi di negara yang telah dilanda perang lebih dari tiga tahun tersebut. REUTERS/Khaled Abdullah

Seorang anak yang menderita gizi buruk menangis di ruang perawatan malnutrisi rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Hampir 400 ribu anak menderita gizi buruk akut dan berjuang untuk hidup. REUTERS/Khaled Abdullah

Seorang perawat menggendong seorang balita yang menderita gizi buruk di bangsal malnutrisi rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Perang mengakibatkan krisis kemanusiaan paling mendesak di negara berpenduduk 28 juta orang tersebut, di mana 8,4 juta orang diyakini berada di ambang kelaparan dan 22 juta orang bergantung pada bantuan. REUTERS/Khaled Abdullah

Seorang perempuan menggendong anaknya yang menderita gizi buruk di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. REUTERS/Khaled Abdullah

Seorang balita yang menderita gizi buruk berbaring saat ditimbang di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. REUTERS/Khaled Abdullah

Seorang balita yang menderita gizi buruk mendapat perawatan di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Orang tua para anak yang mengalami gizi buruk ini tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan selama perang terjadi di Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah