Rabu, 14 November 2018

Foto-foto Min Aung Hlaing, Panglima Militer Myanmar yang bertanggung jawab atas kekejaman terhadap Rohingya dipajang di berbagai titik di Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Aksi ini sebagai bagian dari kampanye Amnesty International untuk meminta akuntabilitas atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Amnesty Internasional

Pejalan kaki melintasi poster Min Aung Hlaing, Panglima Militer Myanmar yang bertanggung jawab atas kekejaman terhadap Rohingya, di trotoar Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Kampanye tersebut dilaksanakan untuk menyambut sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-73 di kota tersebut. Amnesty Internasional

Pejalan kaki mengunduh informasi dari poster Min Aung Hlaing, yang dipasang di trotoar Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Para pemimpin dunia termasuk perwakilan dari pemerintah Myanmar, akan bertemu dalam sidang Majelis Umum PBB yang digelar pekan ini. Amnesty Internasional

Mobil dengan foto-foto Min Aung Hlaing, melintasi jalanan di pusat Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Akuntabilitas atas kekejaman terhadap Rohingya, serta etnis minoritas Myanmar lainnya diperkirakan akan menjadi agenda yang utama dalam forum tersebut. Amnesty Internasional

Kutipan kesaksian kekejaman militer Myanmar dari seorang wanita Rohingya dipasang di trotoar Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Dewan Hak Asasi Manusia PBB saat ini sedang membahas pembentukan mekanisme pengumpulan bukti-bukti yang dapat menjerat Min Aung Hlaing dan pelaku-pelaku lain atas kejahatan kemanusiaan. Amnesty Internasional

Pejalan kaki mengamati poster Min Aung Hlaing, Panglima Militer Myanmar yang dipasang di trotoar Kota New York, Selasa, 25 September 2018. Poster-poster dari Amnesty International telah ditempel pada 30 titik di sekitar kota New York, termasuk di bangunan-bangunan ikonik yang terkenal. Amnesty Internasional